3 Langkah Mempersiapkan Wawancara yang Sukses

Anda memiliki daftar pertanyaan wawancara yang siap untuk evaluasi kandidat. Anda pikir semuanya akan baik-baik saja; semuanya akan seperti yang Anda harapkan. Tapi, tahukah Anda bahwa keberhasilan wawancara tidak hanya bergantung pada pertanyaan tetapi juga pada banyak faktor lainnya?

Berikut adalah beberapa tips kecil untuk membantu Anda mempersiapkan diri dengan baik untuk wawancara Anda:

1. Sebelum Wawancara:

· Menghilangkan rasa malu awal; karena kandidat akan sering merasa gugup di awal wawancara, Anda harus menciptakan lingkungan yang cukup menyenangkan agar dia merasa santai. Kemudian, Anda harus memulai dengan pertanyaan sederhana agar kandidat merasa natural dan menjadi lebih percaya diri.

· Jangan menilai kandidat berdasarkan kesan pertama. Membuat kesan pertama yang menarik bukanlah hal yang mudah bagi banyak kandidat, tetapi mereka mungkin adalah karyawan yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, Anda tidak boleh terburu-buru untuk memutuskan seorang kandidat hanya dari sudut pandang mereka; biarkan pengalaman dan keterampilan menentukan nilai mereka yang sebenarnya.

2. Selama Wawancara:

· Perkenalkan tentang pekerjaan: Anda perlu memberi tahu kandidat tentang pekerjaan mereka, manajer langsung, departemen, kesulitan dan tantangan yang mungkin mereka hadapi saat bekerja dan terutama, standar untuk mengevaluasi kinerja karyawan di perusahaan.

· Jangan ragu untuk “beralih”: Anda telah menyiapkan daftar pertanyaan wawancara tetapi Anda tidak harus bergantung sepenuhnya pada pertanyaan itu. Anda dapat mengandalkan informasi yang diberikan oleh kandidat kepada Anda untuk mengajukan pertanyaan semacam itu sehubungan dengan dia, yang akan membantu Anda memahami lebih banyak tentang pengalaman kandidat.

· Selalu Dengarkan: Jangan terlalu banyak bicara selama wawancara dan biarkan kandidat berbicara juga sehingga Anda dapat menilai kemampuan mereka yang sebenarnya. Biasanya, dalam sebuah wawancara, 80% dari waktu harus dihabiskan untuk mendengarkan kandidat sementara hanya 20% yang harus dihabiskan untuk menanyakan kandidat dan memperkenalkan perusahaan Anda.

· Catat informasi yang diperlukan: Anda perlu menyiapkan kertas untuk mencatat informasi penting dari kandidat seperti prestasi luar biasa dan keterampilan khusus. Hal ini akan membuat penilaian terhadap calon lebih adil dan benar.

· Dorong kandidat untuk bertanya: Anda akan menemukan banyak hal menarik tentang kandidat dengan pertanyaan seperti itu! Pertanyaan oleh kandidat akan membantu Anda memahami mengapa dia memutuskan untuk melamar di perusahaan Anda, untuk kebijakan gaji yang menarik, sistem liburan atau keinginan untuk tumbuh dalam lingkungan yang dinamis, dll. Jika seorang kandidat tidak mengajukan pertanyaan apa pun (terutama kandidat yang berkualifikasi tinggi) itu berarti dia mungkin tidak tertarik untuk bekerja dengan perusahaan Anda.

· Hindari pertanyaan sensitif: Anda hanya boleh mengajukan pertanyaan yang terkait langsung dengan rekrutmen dan menghindari pertanyaan tentang diskriminasi regional atau rasisme …

· Cari tahu lebih banyak tentang pengalaman kandidat: Pertanyaan seperti “Katakan padaku …?” atau permintaan kandidat semacam itu untuk menyelesaikan situasi tertentu di tempat kerja akan membantu Anda lebih memahami tentang kemampuan kandidat yang sebenarnya untuk bekerja.

3. Setelah Wawancara:

· Menanggapi kandidat: banyak kandidat sering mengklaim bahwa mereka harus menunggu lama untuk tanggapan majikan setelah wawancara atau diundang ke putaran wawancara berikutnya tetapi tidak ada majikan di sana. Jika Anda telah memutuskan untuk memilih salah satu kandidat, Anda perlu memberi tahu dia tentang jadwal wawancara berikutnya. Ini sangat menyederhanakan Anda sebagai kandidat mungkin “diburu” oleh perusahaan lain. Jika seorang kandidat tidak cocok, Anda harus menemukan cara yang tepat untuk mengakhiri wawancara, tetapi sangat bijaksana dan tulus untuk mengevaluasi poin-poin kuat dari kandidat (poin-poin kuat itu akan lebih cocok untuk pekerjaan lain). Jangan pernah menjanjikan calon apapun panggilan nanti jika Anda tidak serius.

· Buat kesan yang baik di Perusahaan: merekrut talenta menjadi semakin kompetitif di antara perusahaan. Ingat, citra perusahaan yang baik adalah faktor terpenting dalam menarik banyak talenta. Ada beberapa cara untuk mempromosikan citra perusahaan Anda seperti tidak pernah terlambat untuk wawancara atau lainnya. Banyak perusahaan kehilangan calon potensial mereka untuk tujuan seperti tidak menciptakan kesan yang baik pada calon karena mereka tidak profesional.

Jadilah “duta besar” untuk perusahaan Anda dengan melakukan wawancara yang profesional dan adil. Anda tidak hanya akan merekrut talenta seperti itu tetapi juga menciptakan “prestise dan citra” yang baik dari perusahaan, yang nantinya akan menarik lebih banyak talenta.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *